Fungsi dan Tugas Lembaga Pengelola Wakaf Pangan

Wakaf merupakan salah satu sunah yang dilakukan untuk Allah SWT. Wakaf menjadi salah satu hal yang baik dilakukan umat muslim. Wakaf terbagi menjadi berbagai macam wujud dan jenis. Mulai dari wakaf benda, wakaf bangunan, wakaf tanah, hingga wakaf uang. Wakaf haruslah bersifat produktif seperti wakaf pangan. Di Indonesia sudah banyak sekali lembaga pengelola wakaf pangan yang memiliki tugas dan fungsi cukup penting. Wakaf harus bersifat produktif karena hasil atau manfaat wakaf akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Wakaf pangan menjadi salah satu wakaf yang sangat penting untuk Indonesia. Melihat keadaan Indonesia yang cukup memprihatinkan dengan banyaknya kasus kemiskinan, kelaparan, hingga kasus kekurangan gizi di Indonesia masih cukup banyak.

Wakaf pangan ternyata bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan dan kelaparan di Indonesia. Tercatat pada tahun 2016, terdapat sedikitnya 4.359.443.170 m2 aset wakaf berupa tanah menurut Kementerian Agama. Wakaf tanah dengan lokasi yang strategi, sistem irigasi yang baik, dapat dijadikan sebagai lahan untuk membuka pertanian. Salah satu manfaat wakaf lahan pertanian seperti sawah yaitu hasil yang didapatkan dapat digunakan untuk memberikan kesejahteraan kepada kaum dhuafa. Tentu saja, hal tersebut tidak terlepas dari pengelola wakaf pangan yang baik. Lembaga ini memiliki fungsi dan tugas untuk mengelola dan merawat aset wakaf pangan dengan sebaik mungkin.

Tugas Lembaga Pengelola Wakaf Pangan

Lembaga pengelola wakaf berwujud pangan memiliki tugas diantaranya sebagai berikut:
– Menghimpun harta benda wakaf yang masuk
– Mengelola serta mengembangkan aset wakaf sehingga bisa memperoleh keuntungan sesuai dengan tujuan, fungsi, serta sasaran wakaf.
– Mengawasi aset wakaf
– Melaporkan pelaksanaan tugas pengelolaan wakaf kepada Badan Wakaf Indonesia

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, lembaga pengelola wakaf diatur dalam Undang-Undang pasal 12 UU No.41 Tahun 2004. Pada pasal tersebut disebutkan bawah, dalam melaksanakan tugasnya, nazhir (lembaga pengelola wakaf) dapat menerima imbalan dari hasil bersih atas pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf yang besarnya tidak lebih dari 10%.

Sehingga keuntungan dan manfaat yang didapatkan dari aset wakaf dapat digunakan sebaik-baiknya untuk masyarakat umum guna memberikan kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan adanya pengelolaan wakaf yang baik, maka beberapa kasus yang sering ditemukan di Indonesia seperti kemiskinan, kelaparan, hingga kekurangan gizi dapat diatasi dengan baik. Tugas lembaga pengelola wakaf sangatlah penting guna mengatasi krisis di Indonesia terutama krisis pangan. Tujuan dibentuknya lembaga pengelola wakaf pangan yaitu untuk mengentaskan berbagai macam permasalahan yang timbul terutama di Indonesia. Sehingga dapat memperkuat ekonomi, menyejahterakan, serta dapat memberdayakan umat manusia. Wakaf dapat di ibaratkan sebagai investasi. Mudah serta memberikan banyak sekali manfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *