Harga dan Ciri-ciri Sepatu Converse yang Asli dan Palsu

Sepatu Converse memang merupakan salah satu sneakers idaman semua orang, dari rentang usia remaja hingga dewasa. Memang sepatu Converse ini bukan hanya sneakers yang terkenal saja melainkan nyaman dan modelnya pun beragam. Dibandingkan sepatu sneakers lainnya, Converse cenderung memiliki desain sporty classic yang stylish. Tidak hanya di negara asalnya saja, Converse memiliki banyak penggemar, di negara-negara di belahan dunia lainnya, Converse punya basis penggemarnya sendiri yang didominasi anak-anak remaja dan dewasa rentang usia 13-35 tahun. Karena harga sepatu Converse cukup mahal, tidak heran jika di pasaran banyak beredar produk KW dari sepatu Converse.

Tentu hal ini cukup disayangkan mengingat tindakan plagiarisme ini sebenarnya cukup merugikan banyak pihak, terutama produsen. Konsumen yang awam pun juga jadi kecewa karena dengan sepatu Converse KW yang beredar, seringkali dibanderol dengan harga asli. Tentu hal ini sama saja dengan penipuan dan jelas ini merugikan konsumen. Bagi Anda yang masih awam dalam hal membedakan mana sepatu Converse asli dan palsu/replika, berikut ini ada tips untuk Anda.

Tips membedakan sepatu converse asli dan palsu

1. Lihat fisiknya.

Sepatu Converse yang asli jika dipegang atau dijatuhi rasanya berat, bahannya mantap lebih terjamin pula kualitasnya. Sedangkan yang asli itu mudah rusak, bahannya lemas dan lebih mudah mengelupas. Memang pemakaian tiap orang berbeda-beda namun jika dilihat dari durabilitasnya, sepatu Converse asli jelas jauh lebih awet daripada yang replika. Jika teman Anda punya sepatu Converse dipakai bertahun-tahun tapi masih bagus itu artinya dia membeli sepatu Converse ori.


2. Harga.

Jika Anda pergi ke toko sepatu, sekalipun toko tersebut cukup ternama, namun jika ternyata harga sepatu Converse  yang dijual di toko tersebut harganya masih di bawah 300 ribu, sudah tidak diragukan lagi bahwa itu adalah sepatu Converse KW, entah KW yang ke berapa. Sebab sepatu Converse asli harga banderolannya itu paling tidak di atas 400 ribu untuk yang pendek (low top) sedangkan yang tinggi (high top) harganya bisa mencapai 550 ribu, itupun untuk tipe klasik seperti yang sering kita lihat.


3. Usap dan tekuk sepatunya.

Tips yang ketiga adalah dengan mengusap-usap bagian ujung sepatu. Jika sepatu Converse tersebut original, bagian tersebut rasanya licin. Sedangkan yang palsi justru tidak terasa licin, malah kasar. Sepatu Converse yang asli itu meskipun bahannya mantap, tapi mudah dilengkungin atau dilipat. Tidak seperti yang KW atau palsu, kaku jika dilipat. Terlebih lagi bagian karet solnya nampak seperti akan lepas.


4. Logo Converse.

Pada bagian logo dari sepatu Converse, All Star, lambang bintangnya berwarna biru tua dan rapi, tidak belepotan, entah itu logo, tulisan dan tanda tangan Chuck Taylor-nya. Sementara untuk produk sepatu Converse palsu jelas tulisannya tidak seperti aslinya, baik cetakan maupun jahitannya pun tidak rapi. Memang sedikit agak susah, namun jika diperhatikan seksama, terasa ada yang kurang dari sepatu Converse KW.


Harga sepatu converse

Kembali lagi soal harga, jika untuk sepatu Converse classic, harganya berkisar 400-550 ribu. Sedangkan untuk sepatu Converse yang varian limited seperti Missoni atau Andy Warhol harganya berkisar 750-800 ribuan. Sedangkan untuk Converse John Varvatos harganya bisa 1 juta lebih. Lain lagi dengan harga sepatu Converse Taylor All Star ’70 cukup fantastis, yakni mencapai 3,8 juta rupiah, untuk yang harga segini sudah jelas pasti asli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *